Minggu, 29 Mei 2016

Struktur Bumi

Hai para pembaca kenal sains! Sebelum kita membahas topik dibawah ini, saya mau minta maaf karena saya lama tidak posting artikel lagi. Dikarenakan saya mengikuti UN, dan sedang bosan menulis. Makhlum saya merupakan siswa smp yang masih banyak belajar dan cepat bosan hehe. Ok, tanpa panjang lebar kata lagi, simak saja artikel di bawah ini!

Seperti yang sudah kita ketahui, seluruh benda yang ada di dunia ini tersusun dari suatu hal. Mulai manusia, tv, kabel, tanaman, laptop, penggaris, dan semua ada di jagat raya tak terkecuali bumi. Apa yang menyusun bumi akan kita ulas kali ini. Lebih tepatnya kita akan mengulas struktur bumi. Sebagai warga bumi yang baik kita mengenal bumi kita. Jadi fokuskan perhatian anda !

Kalo orang dan "wikipedia" bilang bumi itu seperti bawang, strukturnya berlapis - lapis. Namun bagi saya sih, bumi lebih mirip seperti buah apel. Kulitnya tipis, dagingnya tebal, dan inti apel tidak terlalu besar. Bingung bagaimana membayangkannya? Setelah anda membaca artikel ini anda akan mengerti kemiripan apel dan bumi.

Bumi dan Apel
Mirip? Bagi saya Iya

Secara umum, struktur bumi dibagi menjadi tiga. Yaitu kerak bumi, mantel, dan inti bumi :

1.   Kerak Bumi

Dimulai dari lapisan teratas, yaitu kerak bumi. Kerak bumi adalah lapisan terluar bumi yang menjadi tempat tinggal kita. Unsur penyusun utamanya adalah oksigen, silikon, magnesium, aluminium, besi, kalium, kalsium, dll. Jika dibandingkan dengan bumi, kerak ini sangat tipis, tebalnya hanya sekitar 20 - 75 km saja. Karena keraknya sangat tipis, maka kerak bumi kita anggap sebagai kulit apel.

Kerak bumi dibagi menjadi 2, yaitu kerak benua dan samudra. Kerak benua disusun oleh batuan granit, sementara kerak samudra disusun oleh batuan basalt yang lebih padat dari batuan granit. Jika kerak bumi ini kita gali, semakin dalam maka temperaturnya semakin panas. Suhunya bisa mencapai 1.000°C


2.   Mantel Bumi

Lanjut ke bagian bumi yang paling besar, yaitu mantel bumi. Mantel / selubung bumi adalah lapisan berbatu yang berada di antara kerak bumi dan inti bumi. Isinya adalah batuan dan material yang telah mencair karena suhu yang tinggi. Batuan cair tersebut biasa kita sebut magma. Ketebalannya mencapai 2.900 Km sehingga mantel menjadi bagian bumi terbesar yang menempati 85% volume bumi.

Mantel terdiri dari tiga lapisan, yaitu litosfer, astenosfer, dan mesosfer. Litosfer merupakkan lapisan teratas mantel yang masih tergabung dalam kerak bumi, sehingga masih berupa batuan padat. Astenosfer merupakan lapisan yang berada di kedalaman 100 - 350 km, disinilah batuan mulai mencair bentuk magma. Sementara mesosfer berada di kedalaman 350 - 2.800 km dan berupa magma yang padat, namun masih berupa wujud cair.


3.   Inti Bumi

Mari berlanjut ke "inti apel" kita, yaitu inti bumi. Inti bumi merupakan lapisan terdalam dan terpanas di bumi. Pusat dari inti bumi diperkirakan berada pada kedalaman ~6.000 km. Inti bumi tersusun dari nikel, besi, dan elemen lain. Inti bumi dibagi lagi menjadi 2 lapisan, yaitu inti luar dan inti dalam. Kedua inti dibedakan berdasarkan wujudnya, yaitu inti luar yang berwujud cair, dan inti dalam yang berwujud padat.

Inti luar bumi membentang dengan radius 3.400 km dengan kedalaman 2.900 - 5.150. Suhu di inti luar diperkirakan mencapai 4.000°C di area luar dan 5.400°C pada perbatasan inti luar dan dalam.

Inti dalam bumi mempunyai radius ~1.200 km dengan kedalaman 5.200 - 6.000 km. Suhu inti bumi diperkirakan mencapai 5.900°C.

Suhu yang sangat panas di inti bumi membuat besi dan nikel dengan mudah meleleh. Namun, mengapa inti dalam bumi berwujud padat. Hal ini disebabkan karena tekanan yang sangat besar pada inti dalam bumi. Sehingga besi yang semula berwujud cair memadat karena tekanan.


Kesimpulannya adalah Bumi = Super Mega Apple, sengaja dibuat berlebihan karena perbandingan ukuran. Tidak saya namakan "Big Apple" karena nama tersebut merupakan julukan untuk NYC (New York City). Hehehe


Nah, sudah dulu pembahasan kali ini ya! Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar