Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 April 2016

Asam dan Basa Kimia

Dalam ilmu kimia, kita sering mendengar istilah asam dan basa. Oleh karena itu, tanpa basa - basi lagi saya akan berbagi ilmu tentang asam dan basa dalam kimia.

Asam

Asam Sitrat pada Jeruk
Jeruk mengandung senyawa asam

Asam merupakan suatu senyawa yang mampu melepaskan Ion H+ di dalam air. Asam yang larut dalam air memiliki pH kurang dari 7. Karena mampu melepaskan Ion H+, maka sifat asam dibawa oleh Ion H+. Oleh karena itu, dalam rumus kimia senyawa asam umumnya diawali dengan rumus H (Hidrogen). Misalnya Asam Sulfat mempunyai rumus H2SO4 , dan Asam Format mempunyai rumus HCOOH.

Asam mempunyai sifat sebagai berikut :
  • Rasa asam
  • Bersifat korosif
  • pH dibawah 7
  • Dapat mengubah lakmus biru menjadi lakmus merah
  • Asam kuat bereaksi dengan logam
  • Asam kuat dapat menghantarkan listrik

Asam dapat dibedakan menjadi 2, yaitu asam organik dan asam anorganik

1.   Asam Organik

Asam organik terbentuk akibat dari persenyawaan dengan senyawa organik (Senyawa yang mengandung karbon). Asam organik bersifat asam lemah. Contoh : 
  • Asam Format (HCOOH)
  • Asam Asetat (CH3COOH)
  • Asam Sitrat (C6H8O7)
  • Asam Askorbat (C6H8O6)

2.   Asam Anorganik

Prinsipnya sama dengan asam organik. Asam anorganik terbentuk akibat dari persenyawaan dengan senyawa anorganik (Senyawa yang umumnya menyusun benda mati). Beberapa dari asam anorganik merupakan asam kuat. Contoh :
  • Asam Sulfat (H2SO4
  • Asam Nitrat (HNO3)
  • Asam Klorida (HCl)
  • Asam Klorat (HClO4)

Asam bisa kuat bisa lemah. Kekuatan asam dapat diukur dengan besarnya derajat pH. pH merupakan singkatan dari Power of Hydrogen. Semakin rendah derajat pH, semakin kuat asam tersebut. Berikut adalah contoh asam dalam kehidupan sehari - hari :

Asam Lemah
Asam Kuat
No
Nama Basa
Rumus Kimia
Ditemukan Pada
No
Nama Basa
Rumus Kimia
Ditemukan Pada
1
Asam Sitrat
C6H8O7
Jeruk
1
Asam Klorida
HCl
Lambung
2
Asam Asetat
CH3COOH
Cuka
2
Asam Nitrat
HNO3
Pupuk
3
Asam Format
HCOOH
Semut
3
Asam Sulfat
H2SO4
Aki
4
Asam Sianida
HCN
Racun Sianida
4
Asam Bromida
HBr
Indikator Reaksi Kimia


Basa

Basa dalam Kehidupan Sehari - Hari
Sabun mengandung senyawa basa

Basa merupakan suatu senyawa yang mampu melepaskan Ion OHdi dalam air. Asam yang larut dalam air memiliki pH lebih dari 7. Sifat basa dibawa oleh Ion OH-. Maka dalam rumus kimia, senyawa basa diakhiri dengan rumus OH (Hidroksida). Misal Natrium Hidroksida mempunyai rumus NaOH, dan Lithium Hidroksida (LiOH).

Basa mempunyai sifat sebagai berikut :

  • Rasa pahit
  • Licin
  • pH diatas 7
  • Dapat mengubah lakmus merah menjadi biru
  • Dapat menghantarkan listrik
  • Basa kuat dapat merusak kulit

Hampir sama seperti asam, kekuatan basa dapat diukur dengan skala pH. Bedanya semakin tinggi angka pH, semakin kuat basa tersebut. Berikut adalah contoh basa dalam kehidupan sehari - hari :

Basa Lemah
Basa Kuat
No
Nama Basa
Rumus Kimia
Ditemukan Pada
No
Nama Basa
Rumus Kimia
Ditemukan Pada
1
Amonia
NH3
Pupuk
1
Natrium Hidroksida
NaOH
Sabun
2
Hidroksilamin
NH2OH
Antioksidan asam sabun
2
Lithium Hidroksida
LiOH
Baterai
3
Dimetilamina
(CH3)2NH
Pestisida
3
Kalsium Hidroksida
Ca(OH)2
Plester
4
Aluminium Hidroksida
Al(OH)3
Obat Maag
4
Magnesium Hidroksida
Mg(OH)2
Obat Pencahar



Asam dan Basa dapat bereaksi. Jika keduanya dicampur, maka akan terjadi reaksi penetralan. Reaksi tersebut mengasilkan senyawa baru yang disebut Garam dan air. Garam mempunyai skala pH 7 yang berarti netral. Contoh : 

HCl (Asam) + NaOH (Basa) = NaCl (Garam) + H2O (Air)


Sekian dulu dari saya. Bila ada pertanyaan, komen saja dibawah jangan ragu - ragu. Semoga bermanfaat !

Kamis, 07 April 2016

Molekul Unsur dan Senyawa Kimia

Lihatlah di sekeliling kita. Mata kita memandang banyak sekali benda. Semua benda tersebut mempunyai ciri - ciri yang berbeda. Ciri - ciri tersebut ditentukan oleh sesuatu yang menyusunnya.

Setiap benda mempunyai sesuatu yang menyusun hingga sedemikian rupa. Sesuatu yang menyusun tersebut adalah zat. Setiap zat di bumi mempunyai karakteristik yang berbeda - beda. Contohnya air, air tidak sama dengan kaca bukan? Lantas apa yang membuat setiap zat berbeda?

Zat - zat tersebut tersusun oleh atom - atom yang membentuk satu kesatuan yang dinamakan molekul. Ada 2 jenis molekul, yaitu unsur dan senyawa. Nah, kedua molekul inilah yang akan kita bahas. Penasaran seperti apa bedanya? Mari kita simak berikut ini :


Contoh Unsur Kimia : Merkuri
Salah satu unsur : Merkuri


1.     Unsur
        Unsur merupakan zat kimia terkecil. Unsur tidak bisa dibagi menjadi zat yang lebih kecil lagi hanya dengan metode kimia umum. Zat ini tersusun dari 1 atau banyak atom yang sama. Contohnya seperti oksigen, hidrogen, natrium, neon, karbon, dll. .Sejauh ini, telah ditemukan 118 unsur di dunia ini.

Susunan Atom Oksigen
Atom Oksigen
     

        Yang membuat setiap unsur berbeda adalah jumlah proton dan elektron pada atomnya. Misalnya yaitu oksigen mempunyai proton sebanyak 8 buah dan natrium mempunyai 11 proton. Jumlah elektron memberikan sifat yang berbeda sesuai dengan jumlahnya. Misalnya oksigen dengan 8 elektron termasuk golongan Khalkogen sementara natrium dengan 11 elektron termasuk golongan Alkali.


Contoh Senyawa Kimia : Air
Air merupakan salah satu senyawa


2.     Senyawa
        Senyawa merupakan zat kimia yang berasal dari 2 unsur atau bahkan lebih. Dapat dipecah menjadi unsur dengan reaksi kimia. Unsur yang membentuk senyawa tidak asal membentuk senyawa yang diinginkan. Untuk membentuk senyawa, dibutuhkan perbandingan atom dalam setiap unsur dengan jumlah yang tepat. Tentu perbandingan tersebut bukan dibentuk manusia.

        Hebatnya lagi, jika 2 atau lebih unsur bergabung, maka akan membentuk senyawa yang sifatnya jauh berbeda dari sifat unsur yang menyusunnya. Contohnya adalah NaCl (Natrium Klorida), kalau anda bingung apa senyawa tersebut, kita bisa memanggilnya "Garam Dapur". Garam dapur terdiri dari 2 unsur yaitu Natrium dan Klorin. Natrium berwujud logam lunak yang dapat meledak jika bereaksi dengan air. Kemudian Klorin berwujud gas bewarna hijau, gas klorin bersifat sangat beracun dan reaktif. Keduanya bercampur membentuk garam dapur yang tidak beracun, bewarna putih padat, keras, dan tentunya tidak meledak kalau bereaksi dengan air.


Contoh Pembentukan Senyawa
2 Unsur Garam Dapur

Nah, itulah penjelasan tentang molekul unsur dan senyawa. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan para pembaca.